Pernah ada sebuah statement, "Memafkan sih iya, namun melupakannya tidak". Dan pada kenyataannya, orang bisa saja memaafkan lewat ucapan dan perbuatan, namun memaafkan dari hati terdalam alias melupakan kesalahan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memang tersucikan hatinya. Tidak sedikit orang yang memberi maaf, tapi masih merasa sakit ketika sakitnya diungkit. Dan memaafkan yang seperti ini, apa sudah bisa dikata memaafkan dalam arti sebenarnya???....
Pada hakikatnya, manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Kalau kita manusia, ya wajar melakukan kesalahan. Tidak hanya orang lain yang bisa berbuat kesalahan, namun kita juga. Bukankah dengan menyadari hal yang demikian, setidaknya pintu toleransi sedikit demi sedikit menunjukkan celahnya. Hingga memaafkan kesalahan orang, tidak sesulit sebelumnya.
Orang yang paling mulia di alam semesta merupakan pribadi yang suka memaafkan. Beliau tidak hanya mengajarkan dengan kata-kata namun langsung dengan lisanul hal beliau. It's OK, kita memang bukan beliau yang dikaruniai kebaikan dan lembutnya hati, namun kita adalah umat beliau yang senantiasa dikhawatirkan dan diharapkan. tidakkah kita ingin ittiba' pada akhlak mulia beliau sebagai balasan cinta kasih beliau terhadap umatnya?..
Sahabat....Tuhan saja Maha Memaafkan, bagaimana sopan santun kita sebagai seorang hamba??....
No comments:
Post a Comment