Bagi seseorang, ada waktu-waktu tertentu yang sangat sepesial atau bahkan mendebarkan dan barang kali menakutkan untuk dijalani. Ulang tahun, pernikahan, ketemu pak polisi, ketemu pacar, atau saat memasuki sidang munaqosah dan bisa jadi saat bertalaqqi dengan guru ngaji. Jika decermati, hakikatnya apa yang membuat seseorang mempunyai penilaiaan berbeda dengan waktu yang sedang mereka lalui. Pantaskah sebuah kebahagiaan dan ketakutan yang berkebihan menguasai seseorang kala ia menghadapi waktu yang ada didepan mata. Aku tegas menjawabnya, TIDAK, NO NO NO NO. Tidakkah kita menyadari bahwa sesungguhnya tiap waktu yang kita lalui adalah karunia pemberiannNya. Setiap waktu yang berlalu selalu teriring pengawasan dan penilaianNya. Dan jika kita mengindahkan penilaianNya dengan mengutamakan penilaian makhluk, maka hanyalah kegelisahan yang akan memenuhi. Namun jika tiap waktu yang kita lalui hanya untuk mengharap dan menuju penilaian dan pandanganNya, kita tidak akan terus-terusan terserang oleh penyakit “galau” itu.
Andai kata, kita mengizinkan si galau hinggap di hati kita, akankah mbak galau itu merubah dan memperbiki keadaan yang ada?? tentu, jawabannya tidak bukan. So, bukankah memfokuskanhati, pikiran, tindakan kita untuk posthink dalam arti husnudzon akan lebih bermanfaat???.....
No comments:
Post a Comment