Monday, April 30, 2012

You can do it..!!!


Sudah menjadi kebiasaan. Diam, menyimpan kekecewaan. Hati sedikit menjauh untuk mencari kebijaksanaan dan terkadang malah tergelincir pada jurang prasangka. Ya, seseorang sedang terbakar api cemburu dan kecewa. Ingin sangat ia mengikis habis rasa, mengambil sikap bijaksana. Dan lagi-lagi ia belum sanggup melakukannya.

Engkau tau shobat, segala sesuatu jika kau mengurusnya seorang diri, mengandalkan dirimu, maka hasilnya tak akan pernah berhasil. Ketahuilah, engkau cukup berusaha dan berusaha, lantas menyerahkan semua urusan pada Pengatur alam semesta. Mohon bantuannya dan buang jauh-jauh sok-sokanmu  dalam mengurusi masalahmu sendiri. Buang...buang...!!!

Ingatlah,  bahwa setan yang tunduk padaNya tidak pernah putus asa dalam menggoda dan menggelincirkan kita dari JalanNya. Ingatlah, kekecewaan, kesedihan, keegoisan, kecemburuan, kemarahan adalah jalan setan untuk mempengaruhimu. Janganlah sampai engkau dikalahkan setan. Engkau lebih pantas untuk tidak berputus asa dalam menghadapi godaan-godaannya.

Come on...you can do it...Bismillah, lillah....
Masa yang lalu biarlah ia berlalu. Berlalu membawa semua keburukan dan memori kesedihan yang tidak mengenakkan. Sekarang yang ada adalah menjadikan yang ada lebih baik adanya. Berfikir positif, berperasangka yang baik, berdoa yang terbaik dan berkeyakinan yang baik pula. Yakin, Allah pasti akan memberikan sesuai dengan yang kita lakukan dan niatkan....

The Essence of Patient

Seorang teman mengatakan, "Kesabaran memang tidak ada batasnya, namun keadaan macam ini tidak bisa disabari". Usut punya usut, ia lagi terdholimi. Dan memilih untuk diam dan no comment pada si pelaku dholim.
Apakah benar, ada satu keadaan yang memang tidak patut kita sabari??

Sebuah Misi, "Memaafkan Kesalahan"


Pernah ada sebuah statement, "Memafkan sih iya, namun melupakannya tidak". Dan pada kenyataannya, orang bisa saja memaafkan lewat ucapan dan perbuatan, namun memaafkan dari hati terdalam alias melupakan kesalahan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang memang tersucikan hatinya. Tidak sedikit orang yang memberi maaf, tapi masih merasa sakit ketika sakitnya diungkit. Dan memaafkan yang seperti ini, apa sudah bisa dikata memaafkan dalam arti sebenarnya???....

Tuesday, April 24, 2012

Ma'af Bapak..Ma'af Ibu...

Aku iri dengan mereka yang bisa sepenuhnya berbakti dan menghadiahkan seluruh keinginannya demi memenuhi keinginan kedua orang tua. Aku iri pada mereka yang dengan suka rela mendahulukan kebahagiaan keduanya. Bagaimana aku dengan keegoisan yang terselubung kebaikan kedepan??
Bapak, ibuk..maafkan aku yang belum bisa membahagiakanmu. Maafkan aku yang belum bisa mewujudkan semua harapan dan cita-citamu. Maafkan aku jika aku tak bisa sejalan dengan kalian. Maafkan..maafkan aku dengan segala kekurangan dan keterbatasanku...
Satu-satunya harapan yang tersisa, aku berharap agar bisa menjadi anak yang sholihah. Berbuat baik dan mendoakanmu, Bapak Ibu...

B-E-K-U

pikiran terjejal dengan kenyataan
dan hati masih saja mantap dengan tujuan
aku diantara,
rasanya, tak kuat diposisi ini
aku ingin lari
menghilang dari fikir dan hati

beku,
sungguh beku
hanya api keyakinan yang sanggup mencairkan
dan bahkan aku tak bisa melihat
mana jalanMu..semuanya sama..



Saturday, April 21, 2012

"Siapa Imam dan Perawi bacaan al-Qur'an kita??.."


Bay the way, dari 10 imam qiraat yang masyhur, siapa imam dan perawi bacaan Al-Qur'an kita? Ada Qiraāt Nāfi’, qiraāt Ibn Kāthīr, dan lain sebagainya. O iya, meski istilah qiraat tersebut dinisbatkan pada nama mereka, bukan bererti mereka sendiri yang menciptakan qiraāt tersebut lhooo... Qiraāt yang mereka gunakan itu tetap bersumber dari Rasulullah s.a.w., melalui talaqqī (penerimaan secara langsung) kepada generasi-generasi sebelumnya. Dibawah ini terdapat imam-imam qiraāt yang masing masing disertai dengan dua orang perawi,  dan salah satu dari mereka adalah imam serta perawi bacaan kita. Siapa yaa????hummm...

“Jodoh yang tak kunjung datang?...”

“Kapan kamu akan menyusul teman-temanmu? mereka sudah pada menggendong anak lho.....”, apa ada dari temen-temen yang belum merried mendapati pertanyaan demikian?...Atau mungkin, pernah dihadapkan pada banyaknya undangan pernikahan yang berdatangan? Atau dikabarkan bahwa temen seangkatan atau adik kelas yang sudah menikah, hamil dan punya anak sekian dan sekian?...Aku kira, saat dikondisikan demikian, akan ada rasa yang berkecamuk di dada. (meski aku tak dapat memastikan kebenarannya..hihi). Rasa yang berkecamuk seperti apa itu??(ah, sulit diungkapkan dengan kata-kata..hihi)


Untuk teman-temanku yang sedang menunggu jemputan pangeran berkuda atau berhondanya.

Tuesday, April 17, 2012

"Shalat; antara hamba dengan Tuhan Nya"


Ada sebuah hubungan indah yang terbangun saat seorang hamba melaksanakan sholat. Didalamnya, Allah ingin membangun hubungan yang berlandaskan cinta antara Dia dan hamba Nya. Dalam hadist qudsi Allah berfirman, "Aku bagi sholat menjadi dua bagian antara Aku dan hambaKu." Ketika si hamba dalam sholatnya mengucapakan, "Alhamdulillahi Rabb al-'aalamiin" (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam), Allah berucap: "HambaKu memujiKu." Ketika ia mengucapkan: "Ar-rahmaan Ar-Raahiim" (Maha Pemurah lagi  Maha Penyayang), Allah berucap: "HambaKu menyanjungKu." Ketika hambaKu berucap, "Maaliki yaum  ad-diin" (Yang menguasai hari pembalasan), Allah berucap, "HambaKU mengagungkan Ku." Ketika ia mengucapkan:"Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin" (Hanya Engkualah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan), Allah berucap: "Ini antara Aku dan hambaKU, dan bagi hambaKu apa yang ia minta." Dan ketika ia mengucapakan: "Ihdina ash-shirath al-mustaqiim, shiraath al-ladziina an'amta 'alaihim ghairi al-maghdhubi 'alaihim wa la adh-dhalliin" (Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, yakni jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni'mat kepada mereka, bukan jaln mereka yang Engkau murkai dan bukan pula jala mereka yang sesat), Allah berucap,"Ini untuk hambaKU dan bagi hambaKu apa yang ia minta." [Dilansir oleh Muslim (395) dari Abu Hurairah ra]

Karena itulah, salah seorang tabi'in mengatakan, "saya suka membaca al-fatihah dengan pelan-pelan agar membayangkan balasan (jawaban) Tuhanku." 



Monday, April 16, 2012

Makna Sebuah Kesabaran


Namun teman yang buruk adalah baik bagimu
karena kesabaran yang harus engkau perlihatkan dalam mengatasi hasrat-hasratnya dan sebab pelaksanaan kesabaran meluaskan hati dengan kedamaian rohani. 
Kesabaran yang ditunjukkan oleh bulan kepada malam (gelap) 
membuatnya bercahaya, kesabaran yang diperlihatkan oleh mawar kepada duri membuatnya tetap harum. Kesabaran yang ditunjukkan oleh susu ditengah kotoran dalam perut dan darah memungkinkan dia memberi makan kepada anak unta sampai memasuki tahun ketiga.
Kesabaran yang diperlihatkan oleh Nabi kepada semua orang fakir 
membuat mereka menjadi pilihan Tuhan dan para penguasa persilangan planet. 
[M VI: 1407-10]

Sunday, April 15, 2012

Cerita teman

Pernah mendengarkan satu ceramah dari seorang ustadz di pondok. Beliau membahas tentang shortcut alias jalan pintas agar doa kita cepat dikabulkan. Rumusnya yakni, mendoakan orang lain. Jika ada yang bertanya, “Bagaimana bisa coba, mendoakan orang lain bisa mensupport doa kita cepat dikabulkan?”. Usut punya usut, ternyata saat kita mendoakan orang lain, ada malaikat yang mengamini doa kita seraya berkata, “Semoga engkau juga mendapatkan hal yang sama”. Jadi, sesungguhnya doa malaikat inilah yang membantu dan mendorong terkabulnya doa.
Singkat cerita, setelah mendapat pelajaran baru ini, ada sorang teman yang langsung menerapkannya. Ia mendoakan teman-temannya, dari yang lagi dihadapkan pada bangku sekolah, jodoh, keturunan, cita-cita, rejeki, pekerjaan, dan semua yang mencakup urusan lahir batin. Nota bene, temen saya yang saya ceritakan ini, belum punya kerjaan, masih belajar, rejeki pas-pasan, masih dalam proses menggapai cita dan yang paling pokok, ia belum jua menemukan jodohnya. Ia berusaha istiqomah dalam doa untuk teman-temannya ini, ya meski tersering tak menyebutkan satu persatu nama temannya. Setelah beberapa bulan ritual ini ia jalani, memang ada beberapa kejutan.

Hadist ini membuatku merinding.....

Sesungguhnya Khalid bin Ma'dan berkata kepada Mua'dz: "Hai Mu'adz, ceritakanlah kepadaku sebuah hadist yang telah engkau dengar dari Rasulullah saw. Khalid berkata, Mu'adz waktu itu menangis terus hingga aku sangka ia tidak akan berhenti menangis.

Kemudian Mu'adz berkata: "Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda kepadaku, : "Hai Mu'ad, sebenarnya aku ingin menceritakan kepadamu satu hadist yang apabila engkau mengamalkannya, maka akan memberi manfaat kepadamu ketika engkau menghadap Allah swt dan apabila engkau tidak memeliharanya, maka putuslah alasanmu ketika engkau menghadap Nya besok di hari kiamat.

"Hai Mu'adz, sesungguhnya Allah swt telah menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi, Allah lalu menentukan masing-masing tujuh malaikat tersebut menjadi penjaga pintu-pintu langit. Kemudian naiklah malaikat Al-hafadhah membawa amal perbuatan seseorang hamba dilakukannya mulai pagi sampai sore. Amal perbuatan itu bersinar seperti cahaya matahari, sehingga malaikat hafadhah itu kagum dan memuji-muji amal perbuatan yang ia bawa hingga ia sampai ke langit. Tetapi malaikat penjaga langit itu berkata kepada malaikat pembawa amal perbuatan seorang hamba tersebut: Tamparkan amal perbuatan yang engkau bawa ini kepada yang empunya, aku adalah malaikat yang ditugaskan oleh Allah memantau orang-orang yang suka membahas aib orang. Dan Allah memerintahkan aku agar aku tidak membiarkan lolos amal perbuatan orang yang suka membahas aib sesamanya.

Monday, April 9, 2012

Berbahasa Hati, Bahasa Persamaan

Tatkala kita bersama orang-orang yang mencurigakan,
Meski berbahasa sama sebagai simbol kekeluargaan dan persamaan,
Tetap saja kita bagaikan tawanan yang terbelenggu.

Lihat, begitu  banyak orang India dan Turki berbicara dengan bahasa yang sama,
Namun antara mereka; sesama orang Turki, mereka merasa asing satu sama lain.

Bahasa yang dipahami memang mendekatkan,
Namun kebersamaan hati lebih baik daripada kebersamaan bahasa.
[Jalaluddin Rumi, M I, 1205-7]

Sunday, April 8, 2012

Jalur Pendidikan di Indonesia


Pendidikan adalah sebuah usaha yang dilakukan untuk menumbuh kembangkan segenap potensi yang tersimpan pada diri manusia, guna menjadi insan yang utuh, kuat lahir batinnya. Jika ditilik dari kaca mata islam, pendidikan berarti perbaikan. Perbaikan disini merupakan usaha membina dan menciptakan insan kamil, menyempurnakan akhlak lahir batinnya. Pendidikan biasa berawal sejak manusia dilahirkan dan berlangsung hingga ajal menjemput. Akan tetapi, pendidikan sesungguhnya bisa dilaksanakan sejak dalam kandungan bahkan sebelum terbentuknya sebuah bakal manusia (janin).

Sunday, April 1, 2012

"Galau" No No No!

Bagi seseorang, ada waktu-waktu tertentu yang sangat sepesial atau bahkan mendebarkan dan barang kali menakutkan untuk dijalani. Ulang tahun, pernikahan, ketemu pak polisi, ketemu pacar, atau saat memasuki sidang munaqosah dan bisa jadi saat bertalaqqi dengan guru ngaji. Jika decermati, hakikatnya apa yang membuat seseorang mempunyai penilaiaan berbeda dengan waktu yang sedang mereka lalui. Pantaskah sebuah kebahagiaan dan ketakutan yang berkebihan menguasai seseorang kala ia menghadapi waktu yang ada didepan mata. Aku tegas menjawabnya, TIDAK, NO NO NO NO. Tidakkah kita menyadari bahwa sesungguhnya tiap waktu yang kita lalui adalah karunia pemberiannNya. Setiap waktu yang berlalu selalu teriring pengawasan dan penilaianNya. Dan jika kita mengindahkan penilaianNya dengan mengutamakan penilaian makhluk, maka hanyalah kegelisahan yang akan memenuhi. Namun jika tiap waktu yang kita lalui hanya untuk mengharap dan menuju penilaian dan pandanganNya, kita tidak akan terus-terusan terserang oleh penyakit “galau” itu.

Andai kata, kita mengizinkan si galau hinggap di hati kita, akankah mbak galau itu merubah dan memperbiki keadaan yang ada?? tentu, jawabannya tidak bukan. So, bukankah memfokuskanhati, pikiran, tindakan kita untuk posthink dalam arti husnudzon akan lebih bermanfaat???.....