Sunday, April 15, 2012

Hadist ini membuatku merinding.....

Sesungguhnya Khalid bin Ma'dan berkata kepada Mua'dz: "Hai Mu'adz, ceritakanlah kepadaku sebuah hadist yang telah engkau dengar dari Rasulullah saw. Khalid berkata, Mu'adz waktu itu menangis terus hingga aku sangka ia tidak akan berhenti menangis.

Kemudian Mu'adz berkata: "Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda kepadaku, : "Hai Mu'ad, sebenarnya aku ingin menceritakan kepadamu satu hadist yang apabila engkau mengamalkannya, maka akan memberi manfaat kepadamu ketika engkau menghadap Allah swt dan apabila engkau tidak memeliharanya, maka putuslah alasanmu ketika engkau menghadap Nya besok di hari kiamat.

"Hai Mu'adz, sesungguhnya Allah swt telah menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dan bumi, Allah lalu menentukan masing-masing tujuh malaikat tersebut menjadi penjaga pintu-pintu langit. Kemudian naiklah malaikat Al-hafadhah membawa amal perbuatan seseorang hamba dilakukannya mulai pagi sampai sore. Amal perbuatan itu bersinar seperti cahaya matahari, sehingga malaikat hafadhah itu kagum dan memuji-muji amal perbuatan yang ia bawa hingga ia sampai ke langit. Tetapi malaikat penjaga langit itu berkata kepada malaikat pembawa amal perbuatan seorang hamba tersebut: Tamparkan amal perbuatan yang engkau bawa ini kepada yang empunya, aku adalah malaikat yang ditugaskan oleh Allah memantau orang-orang yang suka membahas aib orang. Dan Allah memerintahkan aku agar aku tidak membiarkan lolos amal perbuatan orang yang suka membahas aib sesamanya.

Kemudian datanglah malaikat hafadhah dengan membawa amal perbuatan seseorang hamba yang sholeh. Dia memuji-muji amal itu melintasi langit pertama hingga sampai pada langit yang kedua.. Tetapi malaikat penjaga langit kedua itu berkata kepada malaikat pembawa amal perbuatan hamba sholeh tersebut: Berhentilah kamu disini dan campakkanlah amal perbuatan itu kepada pelakunya, karena ia melakukan amal itu hanya untuk mendpatkan keuntungan duniawi. Allah memerintahkan aku agar akau tidak membiarkan amal perbuatan seperti itu naik keatas, selain itu, orang tersebut suka membesarkan diri dihadapan orang-orang dalam beberapa pertemuan. Aku adalah malaikat yang ditugaskan oleh Allah mengawasi ornag-orang yang suka membesarkan diri.

Kemudian naiklah malaikat Al-hafadhah membawa amal perbuatan seorang hamba yang memancarkan  cahaya karena shodaqoh, shalat dan puasa. Para malaikat yang membawa amal itu kagum hingga lolos sampai langit ketiga. Tetapi mailakat penjaga langit itu berkata: Berhentilah dan campakkanlah amal perbuatan seorang hamba yang kau bawa itu.Aku adalah malaikat yang bertugas mengawasi orang-orang sombong. Allah memerintahkan aku supaya tidak meloloskan amal perbuatannya naik keatas. Sesungguhnya orang yang amal perbuatannya kamu bawa itu suka menyombongkan diri kepada orang-orang.

Setelah itu naik pula malaikat Al-hafadhah membawa amal perbuatan seorang hamba yang gemerlap seperti bintang-bintang yang bersuara tasbih, sholat, haji dan umrah. Malaikat pembawa amal tersebut berhasil sampai ke langit keempat, tetapi malaikat penjaga langit itu berkata kepada malaikat pembawa amal tersebut: Berhentilah dan lemparkan amal perbuatan ini ke muka, punggung, dan perut orang yang melakukannya. Aku adalah malaikat yang mengawasi orang-orang yang ujub. Allah memerintahkan aku untuk menghalangi amal perbuatan tersebut naik keatas. Pelaku amal perbuatan yang engkau bawa itu apabila ia melakuakan amal perbuatan selalu disertai ujub.

Kemudian ada malikat Al-hafadha naik pula ke langit kelima dengan membawa amal perbuatan seorang hamba. Amal perbutan itu laksana pengantin yang bersandingan. Tetapi malikat penjaga langit itu berkata:  Berhentilah dan tamparkan amal perbuatan ini kepada pelakunya, beratkan keatas pundaknya. Aku adalah malaikat yang ditugasi untuk mengawasi orang-orang yang hasud. Pelaku amal perbuatan yang engkau bawa itu selalu hasud kepada orang-orang yang suka belajar dan beramal seperti amalannya. Setiap ada orang yanng mempunyai kelebihan ibadah, ia pasti selalu menghasudnya lalu membahas kejelekan- kejelekannya. Allah memerintahkan kepadaku agar tidak membiarkan amal perbuatan itu naik keatas.

Kemudian naik pula malikat al-hafadhah naik keatas dengan membawa amal perbuatan hamba. Perbuatan itu bersinar seperti sinar bulan karena shalat, zakat, haji dan umrah, berjuang, serta puasa, sehingga sampai ke pintu langit ke enam.  Tetapi malikat penjaga itu pun berkata:  Berhentilah dan pukulkanlah amal perbuatan yangengakau bawa kepada pelakunya, karena ia tidak pernah belas kasihan kepada sesama hamba Allah yang tertimpa bencana atau penyakit, bahkan ia mengumpatnya. Aku adalah maliakat pembawa rahmat. Allah memerintahkan aku agar tidak membiarka n amal perbuatn tersebut naik  keatas.

Kemudian naik pula malaikat al-hafadhah membaw amal ibadah shalat, puasa, shadaqah, berjuang, dan wara’ seorang hamba. Amal perbuatan ini bergemuruh seperti suara lebah, bersinar seperti cahaya matahari dan diiringi tiga ribu malaikat, hingga samapia pada pintu langit yang ketujuh. Tetapi malaikat penjaga langit ini berkata: Berhentilah dan campakkanlah amal perbuatan ini ke wajah, anggota tubuh pelakunya dan sumbatkanlah pada hatinya. Sesungguhnya aku menghalangi semua amal perbuatan yang dilakukan bukan karena Allah. Pelaku amla perbuatan ini ketika melakukannya selalu didasari karena selain Allah, ia melakukan amal perbuatan untuk memperoleh kedudukan tinggi di kalangan para ahli hukum, ingin dikenal para ulama’ dan ingin terkenal namanya di kota-kota. Allah memerintahkanku agar tidak membiarkan amal perbuatan yang engkau bawa lolos. Semua amal perbuatan yang tidak murni karena Allah adalah riya’ dan Allah tidak menerima amal perbuatan orang riya’.

Kemudian nai pula malaikat al-hafadhah membawa amalan seorang hamba berupa shalat, zakat, puasa, haji, umrah, akhlak mulia, berdiam diri dan diiringi oleh para malaikat penjaga pintu-pintu langit, sehingga mereka berhasil melalui halangan dan sampai kepada Allah swt. Mereka semua berdiri dihadapan Allah, menyerahkan amal perbutan hamba yang sholeh dan ikhlas tersebut. Akan tetapi Allah berkata kepada malaikat: kamu semua adalah para petugas menjaga dan mengawasi amal perbuatan hambaKu, sedangkan Aku yang mengawasi apa yang ada dalam hatinya. Sesungguhnya hambaKu tersebut dalam melakukan amal perbuatan bukan karena Aku akan tetapi karena selain Aku. Oleh karena itu, ia berhak mendapatkan kutukan dariKu. Para malaikat yang mengagumi amal perbuatan hamba tersebut serentak berkata: Semoga kutukanMu, kutukan kami terlimpah kepadanya dan langit, bumi dan selluruh makhluk di dalamnya juga mengutuknya. Mu’adz lalu menangis menjerit histeris.

Mu’adz lalu berkata: aku berkata kepada Rasulullah saw : wahai Rosulullah, engkau adalah utusan Allah, sedangkan saya Mu’adz hanyalah hamba Allah biasa. Bagaimana saya dapat lolos dan selamat? Beliau kemudian bersabda: Ikutilah aku, meskipun amalmu terdapat kekurangan (sedikit).
Hai Mu’adz, jagalah lisanmu dari ucapan yang bernada mencela saudaramu sesama islam khususnay mereka yang hafal/ membaca Al-Qur’an. Pikullaha dosa-dosamu keatas pundakmu, jangan engkau bebankan kepada sesamamu. Janagnlah engkau campur urusan dunia dengan urusan akhirat. Janganlah engaku pamer dengan amal perbuatanmu. Janganlah engakumenyombongkan diri dihadapan orang-orang, sebab mereka akan takut kepada kejahatan budi pekertimu. Janganlah engkau berbisik kepad seseorang, sedangkan disisimu masih ada orang lain. Janganlah engkau mengagungkan diri, sebab akan terputus darimu segala hal yang baik di dunia maupun di akhirat. Janganlah engkau memecah belah persatuan orang-orang banyak, karena akan menyebabakan engkau akan dicabk-cabik binatang srigala di neraka besok pada hari kiamat. Allah swt berfirman: Wanna syithathi nasytha. Hai /mu’adz, apakah engkau mengerti itu? Mmu’adz lalu menjawab: apakah itu annasyithathRasulallah? Beliau lalu bersabda: yaitu anjing-anjing serigala di dalam neraka yang bakal menyeset daging hingga sampai ke tulang. Saya bertanya kepada beliau: siapakah orang yang kuat mengerjakan hal-hal diatas wahai Rasulallah, dan siapakah yang dapat selamat dari siksaan tadi? Beliau kemudian bersabda: Hal ini sesungguhnya mudah diperoleh bagi orang-orang yang dimudahkan oleh Allah dan cukuplah bagimu mencintai atau merasa senang kepada orang-orang apabila mereka memiliki sesuatu seperti yang engkau senangi dan merasa sedih apabila mereka tertimpa sesuatu yang engkau sendiri sedih jika tertimpa sesuatu itu, kalau engkau dapat bersikap seperti itu, maka engkau akan selamat.

Khalid bin Ma’dan kemudian berkata: Aku belum pernah melihat orang yang lebih sering membaca Al-Qur’an melebihi Mu’adz, sesudah ia mendengar hadist yang luar biasa ini.
(....Bidayatul Hidayah, Imam Ghazali......)























No comments: