Dalam keheningan malam, tiba-tiba sosok itu muncul.Dengan badan berbalut kemeja biru dongker yang lusuh, celana abu-abu serta topi rimba yang menutupi pandangannya, Ia berjalan tegap dengan tangan kiri membawa kandi yang isinya apa aku tak tahu.
Karena ketawaduan dalam berjalannya kupikir ia akan berlalu. kusadari, ternyata ia berhenti. Ia berbalik muka menghadap kami, "SubhanAllah" begitu cerah pancaran wajahnya, meski dengan sinar lampu yang redup, wajahnya memancarkan cahaya keteduhan dan kewibawaan.
Ia tak berkata sepatah katapun, dengan isyaratnya yang seperti itu, kamipun bergegas mengambil dompet dan mengulurkan 2 lembar uang seribuan seraya berkata " Pandongane nggeh pak" Ia hanya mengangguk dan tersenyum. Sebelum ia berlalu pergi ia sempat menoleh pada kami dengan mulut yang bergerak-gerak sebagai sebuah isyarat bahwa ia mendoaakan kami.
Sungguh aneh, ketika sosok itu mulai melangkah pergi, aku merinding merasakan aura yang menusuk begitu dalam. Aura kewibawaan dan kebijaksanaan...
Kami mulai bertanya-tanya....siapakah sosok itu...
apakah itu engkau...
No comments:
Post a Comment